Pages

Selasa, 28 Mei 2013

Menteri Syarif Hasan Dorong Pemuda Gunakan Peluang Pertumbuhan Ekonomi untuk Berwirausaha

Menteri Koperasi dan UKM, Syarif Hasan, mengajak generasi muda mengubah mindset atau cara berpikir. Generasi muda saat ini jangan cuma berpikir bagaimana cara mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan. Generasi muda seharusnya berpikir dan memilih menjadi wirausaha sekaligus menjadi pencipta lapangan kerja.

"Kita ingin mendorong generasi muda menjadi wirausaha muda, meski masih menjalani pendidikan. Mereka hendaknya sudah berpikir menjadi wirausaha," kata Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan saat menutup acara Palatihan Terpadu Wirausaha sebagian bagian dari Gerakan Kewirausahaan Nasional di Manado, Sulawesi Utara (Senin, 20/5).

Dia juga menginginkan agar pertanyaan di antara sesama mahasiswa juga berubah. Selama ini pertanyaan sangat umum, yakni kapan menyelesaikan pendidikan. Menteri Koperasi dan UKM menginginkan pertanyaan itu diganti dengan kapan menjadi wirausaha.

Dengan demikian, mahasiswa sudah mempunyai pola pikir positif untuk menjadi seorang wirausaha muda sejak awal dan andal. Sebab, katanya, seorang wirausaha pada dasarnya memiliki kemampuan optimal menciptakan opportunity atau peluang-peluang usaha. Apalagi, saat ini, peluang untuk menjadi pengusaha itu terbuka lebar.

Selama delapan tahun memimpin, katanya, Presiden SBY telah melakukan berbagai gebrakan, dan berhasil memajukan perekonomian. Salah satu indikatornya adalah tingkat kemiskinan yang kian menurun.

"Saat Pak SBY pertama memimpin, angka kemiskinan mencapai 17 persen lebih. Sekarang tinggal 11,6 persen. Angka ini akan kita tekan terus," kata Syarif Hasan.

Pun demikian, ungkap Syarif Hasan, angka pengangguran juga terus menurun. Kini, angka pengangguran tinggal 6,4 persen, dari yang semula sempat dua digit, tepatnya 12 persen lebih.

Sementara itu, lanjut Syarif Hasan, jumlah APBN pun terus meningkat dari tahun ke tahun. Bila dalam pemerintahan sebelum SBY jumlah APBN cuma sekitar Rp 500 triliun, kini sudah mencapai Rp 1600 triliun. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sangat tinggi.

Karena itulah, ungkap Syarif, para investor di berbagai belahan dunia terus membincangkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, dan berusaha menanam investasi. Bahkan berbagai siaran televisi di luar negeri selalu merekomendasikan para investor untuk menanamkan investasi di Indonesia, selain di China dan India.

"Gunakan kesempatan pertumbuhan ekonomi ini untuk menjadi pengusaha. Jangan kalah dengan orang luar," sambung Syarif.

Syarif Hasan pun mengajak peserta pelatihan mentransformasikan ilmu kewirausahaan yang telah diraih.

Sumber : Rakyat Merdeka Online

0 komentar:

Posting Komentar